Menjamak Shalat Jumat dan Shalat Ashar, Bolehkah?
"Salah satu dispensasi yang diberikan syariโat kepada musafir adalah rukhsah jamak, yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu dalam satu waktu. Teori jamak dalam fiqih Islam dikenal ada dua macam, jamak taqdim dan taโkhir."
Demikian pesan-pesan terkait ibadah dalam Islam, disampaikan Ustadz M Mubasysyarum Bih. Berikut ulasan lengkapnya:
Jamak taqdim artinya mengumpulkan dua shalat fardhu dalam satu waktu, di mana pelaksanaannya dilakukan di waktu shalat pertama, seperti shalat Ashar dikerjakan di waktu Zuhur, shalat Isyaโ dilakukan di waktu Maghrib.
Sedangkan jamak taโkhir adalah mengumpulkan dua shalat fardhu dalam satu waktu, di mana pelaksanaannya dilakukan di waktu shalat kedua, seperti shalat Zuhur dilakukan di waktu Ashar.
" Berdasarkan referensi tersebut, bagi musafir yang sebelum hari Jumat sudah bepergian, saat hari Jumat tiba, yang lebih lebih utama baginya adalah shalat Zuhur, bukan shalat Jumat. Namun bila ia menghendaki shalat Jumat, maka ia tetap diperbolehkan menjamak taqdim dengan shalat Ashar."
Kebolehan menjamak shalat dirumuskan berdasarkan beberapa hadits Nabi, di antaranya:
ุนู ุฃูุณ ุฃูู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ูุงู ูุฌู ุน ุจูู ุงูุธูุฑ ูุงูุนุตุฑ ูู ุงูุณูุฑ
Artinya, โDari sahabat Anas, bahwa Nabi Saw mengumpulkan di antara shalat Zuhur dan Ashar di perjalanan,โ (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim yang lain, ditegaskan pula hadits Nabi yang menegaskan:
ุนู ู ุนุงุฐ ูุงู ุฎุฑุฌูุง ู ุน ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุนุงู ุชุจูู ููุงู ูุฌู ุน ุจูู ุงูุธูุฑ ูุงูุนุตุฑ ูุงูู ุบุฑุจ ูุงูุนุดุงุก
Artinya, โDari sahabat Muโadz, ia berkata, kami keluar bersama Rasulullah saat perang Tabuk, Nabi mengumpulkan di antara shalat Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isyaโ,โ (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Persoalan muncul ketika seseorang bepergian saat hari Jumat, sementara ia berangkat safar setelah terbit fajar, maka ia berkewajiban melaksanakan Jumat di tengah perjalanannya. Atau misalkan ia sudah berada di perjalanan sebelum hari Jumat, kemudian saat hari Jumat, ia masih berada di perjalanan dan melaksanakan Jumat di desa setempat. Pertanyaannya adalah, apakah shalat Jumat boleh dijamak dengan shalat Ashar?
Para ulama menegaskan bahwa secara umum, Jumat memiliki kedudukan yang sama dengan shalat Zuhur. Ada banyak hukum-hukum yang berlaku di dalam shalat Zuhur, juga berlaku untuk shalat Jumat, termasuk di antaranya kebolehan mengumpulkannya dengan shalat Ashar dengan teori jamak taqdim.
Dalam praktik pelaksanaan menjamak taqdim Jumat dan Ashar, saat niat shalat Jumat, diniati pula mengumpulkannya dengan shalat Ashar dengan niat jamak taqdim. Berikut ini contoh niatnya:
ุฃูุตูููููู ููุฑูุถู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ุฑูููุนูุชููููู ู ูุฌูู ูููุนูุง ุจูุงููุนูุตูุฑู ู ูุณูุชูููุจููู ุงููููุจูููุฉู ุฃูุฏูุงุกู ู ูุฃูู ูููู ูุง ููููู ุชูุนูุงููู
Setelah selesai salam, disyaratkan untuk bergegas melanjutkan shalat Ashar, sebab dalam jamak taqdim wajib sambung menyambung antara shalat pertama dan kedua, tanpa ada pemisah yang lama. Dalam konteks ini, shalat baโdiyyah Jumat dilakukan setelah shalat Ashar. Untuk contoh niat shalat Ashar yang dijamak taqdim dengan Jumat adalah sebagai berikut:
ุฃูุตูููููู ููุฑูุถู ุงููุนูุตูุฑู ุฃูุฑูุจูุนู ุฑูููุนูุงุชู ู ูุฌูู ูููุนูุง ุฅููููููู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ู ูุณูุชูููุจููู ุงููููุจูููุฉู ุฃูุฏูุงุกู ููููู ุชูุนูุงููู
Bila shalat Asharnya diqashar, maka redaksi โarbaโa rakaโatinโ diganti dengan โmaqshuratanโ. Bila shalat Ashar dilakukan berjamaah, maka ditambahkan kata โjamaโatan/ maโmumanโ sebelum redaksi โLillahi Taโalaโ.
Sedangkan untuk jamak taโkhir, tidak diperbolehkan dilakukan dalam permasalahan ini. Teori jamak taโkhir tidak berlaku dalam kasus mengumpulkan shalat Jumat dan Ashar, sebab Jumat wajib dikerjakan di waktu Zuhur.
Berkaitan dengan kebolehan menjamaโ taqdim shalat Jumat dan Ashar, Syekh Khathib al-Syarbini mengatakan:
ูููู (ููุฌูุฒ ููู ุณุงูุฑ) ุณูุฑ ูุตุฑ (ุฃู ูุฌู ุน ุจูู) ุตูุงุชู (ุงูุธูุฑ ูุงูุนุตุฑ ูู ููุช ุฃููู ุง ุดุงุก) ุชูุฏูู ุง ูุชุฃุฎูุฑุง (ู) ุฃู ูุฌู ุน (ุจูู) ุตูุงุชู (ุงูู ุบุฑุจ ูุงูุนุดุงุก ูู ููุช ุฃููู ุง ุดุงุก) ุชูุฏูู ุง ูุชุฃุฎูุฑุง . ูุงูุฌู ุนุฉ ูุงูุธูุฑ ูู ุฌู ุน ุงูุชูุฏูู
Artinya, โBoleh bagi musafir dalam jarak tempuh yang memperbolehkan qashar shalat, mengumpulkan di antara Shalat Zuhur dan Ashar di waktu yang ia kehendaki, baik jamak taqdim atau taโkhir. Dan diperbolehkan mengumpulkan di antara shalat Maghrib dan Isyaโ, di waktu yang ia kehendaki, baik jamak taqdim atau taโkhir. Shalat Jumat hukumnya sama dengan shalat Zuhur dalam masalah jamak taqdim,โ (Lihat Syekh Khathib As-Syarbini, Al-Iqnaโ โala Matni Abi Syujaโ, juz I, halaman 174-175).
Mengomentari referensi di atas, Syekh Sulaiman Al-Bujairimi mengatakan:
ูููู (ูุงูุฌู ุนุฉ ูุงูุธูุฑ ูู ุฌู ุน ุงูุชูุฏูู ) ุฃู ูุฃู ุฏุฎู ุงูู ุณุงูุฑ ูุฑูุฉ ุจุทุฑููู ููู ุงูุฌู ุนุฉ ูุงูุฃูุถู ูู ุญูู ุงูุธูุฑุ ููู ูู ุตูู ุงูุฌู ุนุฉ ู ุนูู ููุฌูุฒ ูู ูู ูุฐู ุงูุญุงูุฉ ุฃู ูุฌู ุน ุงูุนุตุฑ ู ุนูุง ุชูุฏูู ุงู
Artinya, โUcapan Syekh Khathib, Shalat Jumat hukumnya sama dengan shalat Zuhur dalam masalah jamak taqdim, seperti musafir memasuki desa di tengah perjalanannya saat hari Jumat, maka yang lebih utama baginya adalah melakukan Zuhur. Namun, bila ia shalat Jumat bersama penduduk setempat, boleh baginya dalam kondisi demikian untuk menjamak taqdim shalat Jumat dengan shalat Ashar,โ (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Tuhfatul Habib โala Syarhil Khatib, juz I, halaman 174-175).
Berdasarkan referensi tersebut, bagi musafir yang sebelum hari Jumat sudah bepergian, saat hari Jumat tiba, yang lebih lebih utama baginya adalah shalat Zuhur, bukan shalat Jumat. Namun bila ia menghendaki shalat Jumat, maka ia tetap diperbolehkan menjamak taqdim dengan shalat Ashar.
Demikian penjelasan mengenai hukum menjamak shalat Jumat dengan Ashar. Semoga bermanfaat. Wallahu aโlam. (adi)
Advertisement