Sany Group akan Bangun Pabrik di Indonesia
Perusahaan mesin konstruksi terbesar asal China, Sany Heavy Industry, akan membangun kawasan industri di Karawang, Jawa Barat, sebagai pusat perakitan produk untuk pasar Asia Tenggara.
"Tahun lalu, kami sudah membeli lahan di Indonesia, untuk konstruksi dan nilai investasi saat ini masih dalam tahap diskusi antara para pimpinan kami," ujar Asisten Direktur Utama Sany Heavy Industry Co. Ltd. Chen Jing saat menerima kunjungan para wartawan negara-negara ASEAN di Changsha, Rabu 27 September 2017.
Indonesia dipilih sebagai pusat perakitan produk alat berat karena permintaan yang terus meningkat setiap tahun.
Bahkan, permintaan Indonesia atas mesin pompa beton, mesin derek, dan anjungan atau rig pengeboran menempati posisi pertama dibandingkan negara lain.
"Market share seluruh produk kami untuk Indonesia sekitar 30 persen," tutur Jing.
Kawasan industri seluas 400 ribu meter persegi yang segera dibangun di Indonesia akan menjadi pusat industri internasional kelima yang dimiliki Sany Heavy Industry setelah Jerman, Amerika Serikat, India, dan Brazil.
Di bawah program integrasi regional "Belt and Road Initiative", Sany Heavy Industry yakin dapat mengembangkan bisnisnya dalam skala internasional lewat strategi bisnis dan keunggulan yang ditawarkan.
Tidak hanya menawarkan harga yang lebih kompetitif dengan kapasitas dan kualitas yang tidak kalah dengan merek-merek pesaingnya, perusahaan alat berat peringkat lima dunia itu juga menyediakan pelayanan perawatan setiap unit produk yang dijual.
Selain itu, strategi internasionalisasi bisnis yang dijalankan Sany Heavy Industry dengan memanfaatkan banyak tenaga kerja lokal di suatu negara juga menjadi keunggulan perusahaan pimpinan Liang Wengen itu.
"Untuk bisnis di luar negeri rata-rata kami menggunakan 85 persen tenaga kerja lokal," kata Jing.
Selain Sany Heavy Industry, perusahaan Sinoma International Engineering Co. Ltd. telah terlebih dahulu membangun kawasan industri di Bayah, Kalimantan Timur.
Pembangkit listrik tenaga batu bara dan pabrik produksi semen itu dibangun dengan nilai kontrak 200 juta dolar AS.
Setelah konstruksinya rampung pada 2016, Sinoma International Engineering masih bertanggung jawab dalam pengoperasian dan perawatan pembangkit berdaya 2x60 Megawatt itu hingga 2019. Sementara pabrik semen di kawasan industri Bayah dikelola oleh PT Cemindo Gemilang. (nta)
Advertisement