BEM Unair Serukan Petisi Stop MBG
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyerukan petisi pemberhentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui akun Instagram @bem_unair, 3 Juni 2026.
Dalam postingan tersebut, BEM Unair mengajak masyarakat untuk menandatangani petisi secara daring untuk pemberhentian program tersebut. Dari petisi yang sudah berjalan, sudah ada sekitar 27.532 yang memberikan tanda tangan.
Presiden BEM Unair, Rizqi Senja, mengatakan, seruan tersebut bentuk keprihatinan pasca penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Pengungkapan kasus yang berkembang dinilai sebagai bukti bahwa program prioritas pemerintah memiliki banyak permasalahan.
βBEM Unair ingin memberikan ultimatum kepada pemerintah, bahwa memang MBG ini bermasalah. Sehingga, kita bikin petisi untuk menghentikan MBG. Sehingga kita dapat tahu kira-kira seberapa banyak rakyat yang pada akhirnya aware, dan itu juga menjadi ultimatum tersendiri untuk penguasa,β kata Rizqi.
Karena itu, pihaknya berniat untuk mendorong pemerintah dapat menghentikan program MBG. Karena banyak implementasi di lapangan yang tidak sesuai, menyerap anggaran besar, dan menimbulkan masalah keracunan yang berdampak pada kesehatan anak.
"Itu yang menjadi alasan kenapa pada akhirnya kami menolak, dan menolak adanya MBG, dan ingin MBG dihentikan," tegasnya.
Rizqi mengatakan, apabila pemerintah fokus terhadap gizi anak seharusnya lebih fokus terhadap daerah-daerah tertinggal, terdepan, terluar yang sulit mendapat akses jika dibanding perkotaan.
Menurutnya, anak-anak perkotaan kebanyakan sudah berada di keluarga yang berkecukupan sehingga mendapat gizi yang baik.
"Di perkotaan yang bahkan gizinya akan jauh lebih baik daripada makanan yang diberikan oleh BGN. Karena, barangkali mereka sudah berada di keluarga yang memang cukup. Daripada mereka makan dari MBG, ya malah lebih baik mereka makan dari keluarga mereka sendiri pada akhirnya," ujarnya.
Advertisement